Showing posts with label guru cantik. Show all posts
Showing posts with label guru cantik. Show all posts

Tuesday, August 23, 2016

Ini Rizma Uldiandari, Guru Cantik dari Tegal yang Rela Dibayar Rp 75.000 Per Bulan



Meski mendapat upah sangat kecil, keinginan Rizma Uldiandari (26) untuk menjadi guru tidak pudar. Saat ini Rizma menjadi guru honorer di SD Negeri 2 Karangmangu, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.




Sebagai tenaga honorer, penghasilannya tidak seberapa. Kini wanita berparas cantik itu menjadi perbincangan luas di media sosial. Akunnya di Instagram sudah diikuti oleh hampir 50.000follower.

Awalnya, Rizma tidak bercita-cita sebagai guru. Setelah menyelesaikan sekolah menengah atas, ia sempat mengambil Jurusan Keperawatan di Akademi Keperawatan Pemerintah Kota Tegal.

Kuliah di Akper itu hanya ia jalani pada semester awal. Ia berhenti dan tidak melanjutkannya.

Karena keinginannya menjadi guru, Rizma pindah mengambil Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) di Universitas Negeri Semarang.

Keinginannya untuk menjadi guru itu bukan tanpa alasan. Ia merasa prihatin setelah melihat anak-anak di lingkungan tempat tinggalnya putus sekolah.

"Saat kuliah di Akper saya melihat banyak anak-anak di dekat rumah putus sekolah. Saya pun mengajari mereka di rumah dan akhirnya saya kuliah di PGSD," kata Rizma saat dihubungi Tribun Jateng, Minggu (7/8/2016).

Warga Desa Pecabean, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, ini sudah menjadi guru SD sejak 2010. Statusnya saat ini masih menjadi guru honorer dengan honor pokok sekitar Rp 75.000 per bulan.

Hal itu tidak menyurutkan niat Rizma untuk tetap mengabdi mencerdaskan anak bangsa. Ia mengakui penghasilannya selama ini masih kurang. Namun, hal itu tak dapat menggantikan kebahagiaannya karena bisa terlibat menjadikan manusia terdidik dan bermoral.

"Kalau honor memang bisa dikatakan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan. Namun tidak mengurangi pengabdian saya untuk melakukan pekerjaan mulia ini. Saya yakin akan berbuah manis di masa mendatang," kata dia.

Ia meminta pemerintah Kabupaten Tegal memperhatikan nasib guru honorer. Bagaimanapun juga, peran guru honorer tak kalah dengan guru yang sudah berstatus PNS.
Rizma berkeinginan menjadi PNS. Jika ada tes seleksi CPNS, ia akan mengikutinya.

"Bertemu anak dan memberikan ilmu kepada mereka, sudah cukup memberikan saya kebahagiaan," ujar dia.

Untuk menambah penghasilan, kini Rizma membuka kursus atau les pelajaran di rumahnya pada malam hari. Ia tidak ingin mengandalkan wajahnya yang rupawan untuk mencari keuntungan pribadi.

"Semua perempuan harus punya kecerdasan karena dunia terlalu keras jika hanya mengandalkan kecantikan," begitu tulis Rizma di akun Instagramnya

Wow, Geulisnya Kasir Cantik Asal Bandung Ini!



Masih ingat dengan penjaga warteg hingga penjual gethuk cantik yang sempat ramai dibicarakan di media sosial awal tahun lalu? Kini, dunia maya di Indonesia kembali dihebohkan dengan foto-foto seorang kasir berwajah geulis.

Ya, gadis asal Bandung yang bernama Siti Rohmah tersebut bisa dibilang aktif memposting foto maupun video dubsmash di akun Instagram miiknya.

Alhasil Banyak foto selfienya tersebar di beberapa jejaring sosial termasuk Facebook dan menjadi viral serta mengundang komentar banyak netizen. Siti diketahui sebagai kasir Indomaret,terlihat dari beberapa foto-fotonya yang sedang mengenakan seragam kerja.

Setelah menjadi perbincangan di media sosial, dalam hitungan hari akun Instagram Siti Rohmah yang bernama @Sitiinews langsung melesat hingga 24 ribu followers dan masih akan bertambah lagi. Banyak komentar di Instagram yang mengisi halaman milik Siti. Kebanyakan dari mereka memuji kecantikan gadis berponi tersebut.

Belakangan diketahui dari seorang pemilik akun Instagram bernama Ali_nursolih yang menyebutkan bahwa Siti Rohmah bertugas di sebuah minimarket kawasan Pasteur, Bandung, Jawa Barat.

Berikut beberapa koleksi foto-foto cantik Siti Rohmah yang diambil dari akun instagramnya.

Monday, August 22, 2016

Video Siswi Cantik Ini Mendadak Jadi Perbincangan di Instagram, Netizen : Nggak Kuat Lihatnya



Seorang gadis remaja berparas cantik, baru-baru ini jadi perbincangan netizen.

Netizen membicarakannya karena kecantikan wajahnya yang terlihat natural tanpa riasan makeup.

Video gadis cantik asal Bandung itu pertama kali diposting oleh akun Raja_ngakak, Kamis (18/8/2016).

Tampak dalam video itu, seorang gadis remaja mengenakan seragam putih biru sedang duduk di sebuah sofa cokelat bergaris.

Di dada didi kirinya terdapat lambang osis tepat di kantung kemejanya.

Sementara di dada kirinya terdapat nametag bertuliskan 'Rili'.

Gadis itu terlihat sedang merapikan rambutnya yang hitam sebahu.

Sambil merapikan rambutnya yang ikal itu, ia berpose dan melihat ke arah kamera.

"Iya cantik natural tau," kata temannya yang merekam video tersebut.

Ia terus berpose sambil melihat ke arah kanan dan kiri, kemudian tersenyum.

"Ih kayak hantu," ujar temannya yang kemudian disambut tawa olehnya.

Sementara temannya yang lain mengatakan, "Rili mah cantiknya nggak natural," katanya.

"Masa?," kata gadis itu sambil terus merapikan rambutnya.Ia kemudian melihat ke arah kiri, dan meletakkan tangannya di mulut.



"Aduhh manisnya pasti pada nyari akun ig nya apa," tulisnya di keterangan video.

Hingga berita ini dibuat, video itu sudah ditonton sebanyak 132 ribu kali, dan mendapat ratusan komentar dari netizen.

Seperti yang disampaikan pemilik akun @bagus13122002, "Wow cantik sekali wow!!!!!," ujarnya.

"Gua dibetes... #kemanisan vrooh," kata akun @adam_snz23.

"Beruntung banget yang bisa dapettin cewek kaya gini sementara gua masih jones hahahaha...," ujar @danielkandou.

"Ini baru bidadari sungguhan," kata @shohib_sadega

"Dedek gemes bang," komen akun @nafik90.

"uuh dede gemess," kata @wedar51.

"Dari suara cwe nya logatnya sunda," kata @aguswaluyo_ coba menebak.

Berdasarkan penelusuran TribunnewsBogor.com, gadis cantik ituRili Herdalda.

Ia masih duduk di bangku SMA di salah satu sekolah di Bandung.

Ia juga kerap memposting beberapa kegiatannya.

Dari banyaknya foto yang ia posting, sepertinya ia kerap berpose untuk sesi pemotretan.

Tuesday, August 2, 2016

Heboh!! Orang Ini Sudah Meninggal 1 Tahun Yang Lalu, Kini Bisa Hidup Kembali


Cerita unik datang dari Yogyakarta. Waluyo (62) yang telah dinyatakan meninggal dan dimakamkan setahun yang lalu, kini tiba-tiba pulang ke rumahnya.

Kehadiran Waluyo secara tiba-tiba ke rumahnya yang berada di Kampung Suryoputran Panembahan, Kecamatan Kraton, Yogyakarta, Selasa (2/8/2016) membuat gempar warga. Bahkan keluarganya sendiri sempat tidak percaya dengan kahadiran sosok Waluyo yang bikin merinding itu.


Tetangga berdatangan untuk melihat Waluyo (Edzan/detikcom)

Waluyo dinyatakan meninggal sekitar setahun yang lalu. Awalnya, pada 1 Mei 2015, ditemukan seseorang yang mirip Waluyo mengalami kecelakaan di daerah Gading, Wonosari, Gunung Kidul, Yogyakarta. Pihak keluarga mengetahui persitiwa itu lewat media sosial Facebook.

Dari foto yang disebarkan via Facebook itu, keluarga meyakini itu adalah Waluyo. Keluarga kemudian memastikan sendiri di Rumah Sakit Nurrohmah, Wonosari tempat korban dilarikan. Menurut keluarga, korban memang benar-benar mirip Waluyo. Korban kemudian dipindahkan ke RS Sardjito Yogyakarta.

Selama 6 hari korban dirawat di RS Sardjito dan akhirnya meninggal. Istri Waluyo, Alim Eskatinah (64) dan anak-anaknya merawat korban yang saat itu dikira sebagai Waluyo. Setelah meninggal, jenazah yang dikira Waluyo itu dimakamkan di tanah kelahiranya di Suren, Patalan, Jetis, Bantul.


Waluyo saat di rumahnya (Edzan/detikcom)

"Waktu di rumah sakit keadaan koma, saudara, tetangga pada jenguk. Akhirnya meninggal tanggal 7 Mei 2015. Waktu itu yang takziah banyak, tetangga semua datang," kata putri Waluyo, Anti Ristanti (32).

Kini Waluyo tiba-tiba datang ke rumahnya di Kampung Suryoputran Panembahan. Keluarga awalnya ragu dengan sosok Waluyo yang telah dimakamkan, bahkan makamnya sudah berkali-kali diziarahi. Keluarga mengaku sangat terkejut dan merinding dengan kehadiran Waluyo.

"Iki tenan opo ora to, saya mundur dulu, wong mati kok urip meneh, saya kaget (ini bener atau tidak ya, terus saya mundur dulu, orang sudah mati kok hidup lagi, saya terkejut)," kata istri Waluyo Alim Eskatinah (64) saat ditemui di rumahnya.

Setelah ditanya oleh keluarga, Waluyo mengaku selama ini dia pergi ke Semarang. Waluyo mencari pekerjaan di Semarang dan menjadi tukang sapu. Karena Waluyo tidak pernah memiliki handphone, maka komuniKasi dengan keluarga pun hilang.

"Bapak pergi ke Semarang, gelandang ngeten, nyapu-nyapu jalan. Sebulan dibayar 700 ribu katanya," kata Alim.


Alim, istri Waluyo

Setelah kembalinya Waluyo, pihak keluarga juga tidak mengetahui siapa jenazah yang mirip Waluyo dan telah dikuburkan setahun silam tersebut. Keluarga mengaku selama ini Waluyo tidak mempunyai kembaran.


akta kematian Waluyo

Sunday, July 31, 2016

Pantas Narkoba Tak Pernah Habis, Ini Kebusukan Pejabat BNN Yang Di Ungkap Freddy Budiman

Detik-detik eksekusi mati terpidana kasus narkoba terhadap Freddy Budiman dkk ‘menggetarkan’ Tanah Air. Ada yang pro dan banyak yang kontra terhadap eksekusi mati ini. Mereka punya alasan masing-masing.


Termasuk Harris Azhar, Koordinator Kontras. Dia menulis panjang cerita pengakuan Freddy Budiman, salah satu bandar kakap. Tulisan Harris atas pengakuan Freddy Budiman mengungkap fakta-fakta yang jarang diketahui banyak orang.

Tulisan Harris ini diposting ulang Ulil Abshar Abdalla pada Jumat (29/7/2016) dini hari. Berikut tulisan kesaksian Harris Azhar dari Freddy Budiman:

“Cerita Busuk dari seorang Bandit”

Kesaksian bertemu Freddy Budiman di Lapas Nusa Kambangan (2014)

Di tengah proses persiapan eksekusi hukuman mati yang ketiga dibawah pemerintahan Joko Widodo, saya menyakini bahwa pelaksanaan ini hanya untuk ugal-ugalan popularitas. Bukan karena upaya keadilan. Hukum yang seharusnya bisa bekerja secara komprehensif menyeluruh dalam menanggulangi kejahatan ternyata hanya mimpi. Kasus Penyeludupan Narkoba yang dilakukan Freddy Budiman, sangat menarik disimak, dari sisi kelemahan hukum, sebagaimana yang saya sampaikan dibawah ini.

Di tengah-tengah masa kampanye Pilpres 2014 dan kesibukan saya berpartisipasi memberikan pendidikan HAM di masyarakat di masa kampanye pilpres tersebut, saya memperoleh undangan dari sebuah organisasi gereja. Lembaga ini aktif melakukan pendampingan rohani di Lapas Nusa Kambangan (NK). Melalui undangan gereja ini, saya jadi berkesempatan bertemu dengan sejumlah narapidana dari kasus teroris, korban kasus rekayasa yang dipidana hukuman mati. Antara lain saya bertemu dengan John Refra alias John Kei, juga Freddy Budiman, terpidana mati kasus Narkoba. Kemudian saya juga sempat bertemu Rodrigo Gularte, narapidana WN Brasil yang dieksekusi pada gelombang kedua (April 2015).

Saya patut berterima kasih pada Bapak Sitinjak, Kepala Lapas NK (saat itu), yang memberikan kesempatan bisa berbicara dengannya dan bertukar pikiran soal kerja-kerjanya. Menurut saya Pak Sitinjak sangat tegas dan disiplin dalam mengelola penjara. Bersama stafnya beliau melakukan sweeping dan pemantauan terhadap penjara dan narapidana. Pak Sitinjak hampir setiap hari memerintahkan jajarannya melakukan sweeping kepemilikan HP dan senjata tajam. Bahkan saya melihat sendiri hasil sweeping tersebut, ditemukan banyak sekali HP dan sejumlah senjata tajam.

Tetapi malang Pak Sitinjak, di tengah kerja kerasnya membangun integritas penjara yang dipimpinnya, termasuk memasang dua kamera selama 24 jam memonitor Freddy budiman. Beliau menceritakan sendiri, beliau pernah beberapa kali diminta pejabat BNN yang sering berkunjung ke Nusa Kambangan, agar mencabut dua kamera yang mengawasi Freddy Budiman tersebut.

Saya mengangap ini aneh, hingga muncul pertanyaan, kenapa pihak BNN berkeberatan adanya kamera yang mengawasi Freddy Budiman? Bukankah status Freddy Budiman sebagai penjahat kelas “kakap” justru harus diawasi secara ketat? Pertanyaan saya ini terjawab oleh cerita dan kesaksian Freddy Budiman sendiri.

Menurut ibu pelayan rohani yang mengajak saya ke NK, Freddy Budiman memang berkeinginan bertemu dan berbicara langsung dengan saya. Pada hari itu menjelang siang, di sebuah ruangan yang diawasi oleh Pak Sitinjak, dua pelayan gereja, dan John Kei, Freddy Budiman bercerita hampir 2 jam, tentang apa yang ia alami, dan kejahatan apa yang ia lakukan. Freddy Budiman mengatakan kurang lebih begini pada saya:

“Pak Haris, saya bukan orang yang takut mati, saya siap dihukum mati karena kejahatan saya, saya tahu, resiko kejahata yang saya lakukan. Tetapi saya juga kecewa dengan para pejabat dan penegak hukumnya.


“Saya bukan bandar, saya adalah operator penyeludupan narkoba skala besar, saya memiliki bos yang tidak ada di Indonesia. Dia (bos saya) ada di Cina. Kalau saya ingin menyeludupkan narkoba, saya tentunya acarain (atur) itu. Saya telepon polisi, BNN, Bea Cukai dan orang-orang yang saya telpon itu semuanya nitip (menitip harga). Menurut Pak Haris berapa harga narkoba yang saya jual di Jakarta yang pasarannya 200.000 – 300.000 itu?”

Saya menjawab 50.000. Fredi langsung menjawab:
“Salah. Harganya hanya 5000 perak keluar dari pabrik di Cina. Makanya saya tidak pernah takut jika ada yang nitip harga ke saya. Ketika saya telepon si pihak tertentu, ada yang nitip Rp 10.000 per butir, ada yang nitip 30.000 per butir, dan itu saya tidak pernah bilang tidak. Selalu saya okekan. Kenapa Pak Haris?”

Fredy menjawab sendiri. “Karena saya bisa dapat per butir 200.000. Jadi kalau hanya membagi rejeki 10.000- 30.000 ke masing-masing pihak di dalam institusi tertentu, itu tidak ada masalah. Saya hanya butuh 10 miliar, barang saya datang. Dari keuntungan penjualan, saya bisa bagi-bagi puluhan miliar ke sejumlah pejabat di institusi tertentu.”

Fredy melanjutkan ceritanya. “Para polisi ini juga menunjukkan sikap main di berbagai kaki. Ketika saya bawa itu barang, saya ditangkap. Ketika saya ditangkap, barang saya disita. Tapi dari informan saya, bahan dari sitaan itu juga dijual bebas. Saya jadi dipertanyakan oleh bos saya (yang di Cina). ‘Katanya udah deal sama polisi, tapi kenapa lo ditangkap? Udah gitu kalau ditangkap kenapa barangnya beredar? Ini yang main polisi atau lo?’”

Menurut Freddy, “Saya tau pak, setiap pabrik yang bikin narkoba, punya ciri masing-masing, mulai bentuk, warna, rasa. Jadi kalau barang saya dijual, saya tahu, dan itu ditemukan oleh jaringan saya di lapangan.”

Fredi melanjutkan lagi. “Dan kenapa hanya saya yang dibongkar? Kemana orang-orang itu? Dalam hitungan saya, selama beberapa tahun kerja menyeludupkan narkoba, saya sudah memberi uang 450 Miliar ke BNN.

Saya sudah kasih 90 Milyar ke pejabat tertentu di Mabes Polri. Bahkan saya menggunakan fasilitas mobil TNI bintang 2, di mana si jendral duduk di samping saya ketika saya menyetir mobil tersebut dari Medan sampai Jakarta dengan kondisi di bagian belakang penuh barang narkoba. Perjalanan saya aman tanpa gangguan apapun.

“Saya prihatin dengan pejabat yang seperti ini. Ketika saya ditangkap, saya diminta untuk mengaku dan menceritakan dimana dan siapa bandarnya. Saya bilang, investor saya anak salah satu pejabat tinggi di Korea (saya kurang paham, korut apa korsel- HA).

Saya siap nunjukin dimana pabriknya. Dan saya pun berangkat dengan petugas BNN (tidak jelas satu atau dua orang). Kami pergi ke Cina, sampai ke depan pabriknya. Lalu saya bilang kepada petugas BNN, mau ngapain lagi sekarang? Dan akhirnya mereka tidak tahu, sehingga kami pun kembali.

“Saya selalu kooperatif dengan petugas penegak hukum. Kalau ingin bongkar, ayo bongkar. Tapi kooperatif-nya saya dimanfaatkan oleh mereka. Waktu saya dikatakan kabur, sebetulnya saya bukan kabur. Ketika di tahanan, saya didatangi polisi dan ditawari kabur, padahal saya tidak ingin kabur, karena dari dalam penjara pun saya bisa mengendalikan bisnis saya. Tapi saya tahu polisi tersebut butuh uang, jadi saya terima aja. Tapi saya bilang ke dia kalau saya tidak punya uang. Lalu polisi itu mencari pinjaman uang kira-kira 1 miliar dari harga yang disepakati 2 miliar. Lalu saya pun keluar. Ketika saya keluar, saya berikan janji setengahnya lagi yang saya bayar. Tapi beberapa hari kemudian saya ditangkap lagi. Saya paham bahwa saya ditangkap lagi, karena dari awal saya paham dia hanya akan memeras saya.”

Freddy juga mengekspresikan bahwa dia kasihan dan tidak terima jika orang-orang kecil, seperti supir truk yang membawa kontainer narkoba yang justru dihukum, bukan si petinggi-petinggi yang melindungi.

Kemudian saya bertanya ke Freddy dimana saya bisa dapat cerita ini? Kenapa Anda tidak bongkar cerita ini? Lalu Freddy menjawab:

“Saya sudah cerita ke lawyer saya, kalau saya mau bongkar, ke siapa? Makanya saya penting ketemu Pak Haris, biar Pak Haris bisa menceritakan ke publik luas. Saya siap dihukum mati, tapi saya prihatin dengan kondisi penegak hukum saat ini. Coba Pak Haris baca saja di pledoi saya di pengadilan, seperti saya sampaikan di sana.”

Lalu saya pun mencari pledoi Freddy Budiman, tetapi pledoi tersebut tidak ada di website Mahkamah Agung. Yang ada hanya putusan yang tercantum di website tersebut. Putusan tersebut juga tidak mencantumkan informasi yang disampaikan Freddy, yaitu adanya keterlibatan aparat negara dalam kasusnya.

Kami di KontraS mencoba mencari kontak pengacara Freddy, tetapi menariknya, dengan begitu kayanya informasi di internet, tidak ada satu pun informasi yang mencantumkan dimana dan siapa pengacara Freddy.

Dan kami gagal menemui pengacara Freddy untuk mencari informasi yang disampaikan, apakah masuk ke berkas Freddy Budiman sehingga bisa kami mintakan informasi perkembangan kasus tersebut.***

sumber

Monday, July 4, 2016

Guru SD Cantik Ini Jadi Viral, Netizen Rebutan Ingin Jadi Muridnya. Lihat Semua Fotonya Disini


Akun guru sekolah dasar ini jadi buruan netizen, lihat kecantikan dari tenaga pengajar ini. Belum lama ini netizen kembali dihebohkan dengan paras cantik dari seorang wanita. Menggunakan hijab serta paras yang cantik, menjadi sebuah daya tarik sendiri bagi wanita ini.

Dialah Poppy Indrawati Safitri.

Pemilik aku @akupoppy ini kini sedang digandrungi oleh netizen.

Tak hanya cantik, rupanya Poppy merupakan seorang guru.


Dari informasi yang dikumpulkan, Poppy mengajar di sebuah sekolah dasar di Kabupaten Serang.

Tak hanya itu, Poppy juga acap kali memposting kebersamaan dirinya bersama para murid.

Foto Poppy juga tak hanya saat dirinya menganakan busana muslim saja, ada juga postingannya saat mengenakan baju seragam Korpri.

"Bismillaah...Hari ini Bagi Raport anak kelas 3, Maapin yaa aku sering posting foto selfie pake seragam..Karna Mulai besok udah mulai libuurrr sekolah. 1 bulan yeyeyeee, Jd bakal kangen banget sama seragam"ku hihiiii," katanya dalam keterangan foto.

Tampak Poppy mengenakan seragam Krpori warna biru.

Pun dengan hijabnya.


Lipstik merah muda, tampak serasi dengan penampilannya dalam foto yang mendapat dua ribu like itu.

Ada juga foto selfie dirinya bersama sejumlah murid SD.

Para murid itu tampak sedang memegang rapot.

"Selamat atas kenaikan kelasnya yah anak" ibu, Ini wefie disuru manyun semuahh hahaaa, Biar kompaks, #teacher #guru #korpri," tulisnya dalam keterangan.

Selain itu pula ada sejumlah postingan video Poppy memberi tuttorial menggunakan hijab.

"Mau dong ikut sekolah," kata akun kerek6028.

Ada pun akun tatuatu_momentinfinity, "Owh kk @akupoppy selain model ibu guru juga toh..." ujarnya.

Sedangkan akun vanrentua29, "@akupoppy bu salam kenal. Tolong daftarin namaku dong dihatimu hahaha," katanya.

"Ajari aku mencintaimu bu," kata akun abiezagraph.