Showing posts with label lebaran. Show all posts
Showing posts with label lebaran. Show all posts

Monday, August 22, 2016

Netizen Heboh : Hijaber Cantik Pembawa Baki Penurunan Bendera HUT RI



Seorang hijaber kembali mendapat kehormatan dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-71. Adalah Cut Aura Maghfirah Putri, seorang Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2016 yang mengenakan jilbab, dipercaya menjadi pembawa baki dalam upacaa penurunan bendera kemarin (17 Agustus 2016).


Cut Aura yang menjadi anggota Paskibraka di tim Bima merupakan wakil dari Aceh. Dia dipercaya membawa baki untuk upacara penurunan bendera 17 Agustus 2016 pada sore hari.

Cut Aura merupakan anak dari pasangan Teuku Muda Ariaman dan Nurlaily. Terpilih sebagai anak daerah yang mewakili Aceh untuk mengikuti kegiatan karantina selama tiga minggu, Cut mampu menjalani tugasnya dengan baik.



Tak hanya menjadi perwakilan dari Aceh, Cut juga merupakan siswi berprestasi dari SMA Negeri 1 Jeumpa Puteh Banda Aceh.

Dilansir mediaaceh, Remaja kelahiran Banda Aceh ini tidak hanya menguasai bahasa Indonesia dan Inggris saja tapi juga Korea.

Semua berawal dari hobinya mendengar musik dan menonton film-film bergenre drama khas negeri ginseng tersebut.

Prestasi hijaber anggota Paskibraka yang didaulat menjadi pembawa baki bendera sebetulnya bukan pertama kali terjadi. Tahun lalu....(Sah)

Monday, July 11, 2016

Di-LIKE yah...Heboh! Wanita Ini Ingin Punya Anak dari Mayat Tunangan



Perempuan asal Toowoomba, Queensland, Australia, secara resmi mendapat izin dari pengadilan untuk mengangkat buah zakar tunangannya yang meninggal. Upaya itu dilakukan untuk memenuhi harapannya untuk memiliki anak.

Perempuan ini mengajukan permohonan ke Mahkamah Agung untuk mengangkat buah zakar tunangannya, yang meninggal dunia pada April silam. Dia ingin melakukan pembuahan agar memiliki keturunan.

Di pengadilan, para saksi yang merupakan teman-teman pasangan ini mengatakan keduanya sangat ingin memiliki anak. Pasangan ini bertemu pada September 2015 dan bertunangan sebulan kemudian.

Keduanya sebenarnya berencana menikah pada tahun ini. Namun sayang, sebelum rencana itu terlaksana, sang lelaki telah meninggal dunia.

Dalam keputusannya, Hakim Martin Burns mengingatkan wanita ini hanya punya waktu 24 jam sejak kematian tunangannya untuk pengangkatan buah zakar itu, agar sperma bisa dimanfaatkan.

“Putusan pengadilan akan membuka peluang pemberian izin terhadap penggunaan bahan ter-ekstraksi,” kata Martin, sebagaimana dikutip Dream dari laman Radioaustralia.net.au.

“Jika sebuah permohonan untuk tujuan kesuburan itu disetujui, pihak pengadilan harus memastikan bahwa izin itu tidak akan sia-sia,” tambah dia.

Sejauh ini, pengacara dan keluarga pria yang meninggal itu tidak menentang permohonan ini. Pengadilan memutuskan buah zakar sang pria harus disimpan di fasilitas IVF pilihan sang wanita.

Namun sang wanita harus membuat permohonan berikutnya ke pengadilan untuk menggunakan sperma mendiang tunangannya tersebut. (Ism)

Saturday, July 9, 2016

Harus Share, Biar Anaknya Jera, Kisah Memilukan, Seorang Ayah yang Dibuang Anaknya pada Malam Takbiran



Hari Raya Idul Fitri menjadi momen bagi keluarga untuk berkumpul dan melepas kerinduan. Namun tidak bagi Samanto asal Brebeg, Nganjuk.

Pada Hari Kemenangan ini, dia justru dibuang oleh anak kandungnya sendiri di jalan. Hal itu dilakukan pada malam takbiran.

"Takbiran wingi, anakku sing mbarep ngejak metu numpak mobil, aku takok ape dijak nang ndi aku, aku dikongkon meneng ae, ternyata aku didukno nang embong." (Takbiran kemarin anak sulungku mengajak keluar aku lalu diturunkan di jalan)

Samanto sendiri lupa berapa usianya saat ini. Yang dia tahu saat ini berada di Surabaya, tepatnya di Griya Werda, kelolaan Dinas Sosial Kota Surabaya, dan itu bukan karena keinginannya.

Satu yang tak bisa lepas dari ingatannya. Saat semua orang menantikan malam kemenangan melalui gema takbir, saat itu pula ia ditelantarkan oleh anak kandungnya di jalan raya salah satu ruas sudut kota Surabaya.

"Sik iling aku waktu iku, disuruh lungguh nang dalan, terus montore lungo ninggal aku dewean. Onok wong nggawe seragam (Satpol PP), aku diangkut, dideleh kene, anakku mbuak aku (seingatku waktu itu aku disuruh duduk di jalan lalu mobilnya pergi. Kemudian ada orang memakai seragam (Satpol PP)," ucapnya sambil tak terasa air mata mengalir di pipinya, Jumat (8/7/2016).

Samanto mengakui anaknya memang terbilang kejam. Selain membuang dirinya, anaknya juga sempat menyiksa ibu kandung sendiri.

"Aku stroke, anakku kejem. Nang omah mak'e yo di-idek-idek, aku wis ngomong, Nduk iki wong tuwomu, ojok tego ngono (Aku stroke, anakku kejam. Di rumah ibunya juga diinjak-injak, aku sudah bilang, Nduk ini orangtuamu, jangan setega itu)," ucapnya sambil menerawang mengingat kondisi rumahnya di Brebeg, Nganjuk.

Saat ini, karena perlakuan anak sulungnya itu, Samanto tidak tahu kemana istrinya pergi. Keduanya sengaja dipisahkan.

"Nang omah aku gak oleh metu, aku dikongkon nang kamar terus, de'e isin aku loro ngene. Isin karo tonggo, isin karo kancane (Di rumah aku gak boleh kelaur, aku disuruh di dalam kamar terus, dia malu aku sakit seperti ini. Malu dengan temannya)," ujarnya.

Saat tubuhnya masih segar dan kuar, Samanto bekerja sebagai salah satu penjaga keamanan di pabrik makanan ternak.

Sang anak adalah penyemangat dirinya banting tulang mencari rezeki. Ia ingat, saat anaknya masih kecil, Samanto menyisihkan uang untuk membelikan sepeda, meskipun sebenarnya kondisi keuangannya pas-pasan.

Saat anaknya rewel, dia dengan sabar menggendongnya dengan jarik (selendang) agar ia kembali tenang. Saat anaknya sakit, ia ingat betapa ia dan istrinya repot membawanya ke rumah sakit.

"Soale aku wong ra nduwe dadi de'e jahat, aku gak isok ngekei mangan akhire ngomel-ngomel. Bapak njaluk sepuro Nak. Aku wis tau ngomong bolak-balik. Nak, nek bapak karo ibumu nduwe salah njaluk sepuro, omongono bojomu pisan (Soalnya aku orang tak punya jadinya dia jahat, aku tidak bisa memberi makan akhirya ngomel-ngomel. Bapak minta maaf Nak. Aku sudah berkali-kali ngomong Nak bila Bapak dan Ibumu punya salah minta maaf, istrimu kasih tahu sekalian)," kisahnya dengan kembali berdera air mata

Tadinya, Samanto ingin berlebaran bersama keluarga dan ingin bertemu dengan cucu-cucunya yang kini sedang bertumbuh dewasa. Dia rindu momen sungkem bersama sambil menikmati makanan khas Lebaran. Namun harapan itu sirna.

"Maksudku aku wingi nang omah, iso riyoyoan karo anak putu, lah kok aku dibuak. Tau tak alusno arek iku, tapi ya tetep kasar. Aku pingin pulang (Aku kemarin bermaksud di rumah bisa berlebaran bersama anak cucu, lah kok dibuang. Aku telah berusah anakku itu untuk berprilaku halus, namun tetap saja kasar)," keluhnya sambil memegang kepala.

Kendati dibuang anaknya, namun Samanto tetap memaafkannya dan berdoa agar anaknya berubah.

"Aku wis ngampuni anakku, tetep ndungo ben anakku berubah (Aku sudah mengampuni anakku, tetapi aku tetap berdoa agar dia berubah), Ya Allah, ampuni. Aku kepingin pulang," kataku lemas.

Ini adalah hari keempat Samanto bersama teman-teman sebayanya tinggal di tempat penampungan milik pemerintah. Dia berharap waktu akan cepat berlalu, hingga suatu hari keluarganya menjemputnya, dan kembali memerlukan kehadiran Samanto, semoga! (*)

Wednesday, July 6, 2016

Wajib Baca, Inilah Tips Ampuh Agar Opor Ayam Tidak Cepat Basi Ketika Lebaran

Lebaran sebentar lagi, kurang lengkap rasanya jika lebaran tanpa opor ayam. Ya opor ayam merupakan makanan khas lebaran yang sudah menjadi tradisi sejak jaman dulu. Opor ayam ini biasanya dipadukan dengan ketupat ata lontong yang juga merupakan makanan khas lebaran. Ketupat atau lontong juga opor ayam sangat cocok sekali sebagai menu utama berkumpulnya keluarga besar di hari raya idul fitri.



Untuk membuat opor ayam sendiri sangat mudah, dan tentunya bunda juga sudah pandai dalam hal memasak opor ayam. Namun yang sering jadi masalah disini adalah mengapa opor ayam cepat basi. Padahal hari raya idul fitri tidak dirayakan cuma 1 hari saja, bisa 2, 3 hingga hari. Lalu bagaimana caranya agar opor ayam tetap bisa dikonsumsi bersama keluarga selama itu tanpa basi.


Nah berbicara tentang masalah opir ayam yang cepat basi, kali ini cemilan rakyat akan memberikan beberapa tips agar opor ayam tahan lama dan tak cepat basi. Penasaran bagaimana tipsnya. Berikut tips agar opor ayam tidak cepat basi.


Tips Agar Opor Ayam Tak Mudah Basi

1. Pilihlah kelapa tua dan masih segar
Cara pertama yaitu anda harus menggunakan kelapa tua dan segar untuk membuat santan. Gunakan juga air hangat ketika memeras kelapa parut untuk membuat santan, Hal ini untuk meminimalisir pertumbuhan bakteri. Seperti yang kita ketahui santan merupakan bahan wajib dalam pembuatan opor ayam.

2. Masak opor ayam hingga benar-benar matang atau tanak
Cara berikutnya yaitu anda memasak opor ayam harus benar-benar matang dan tanak, jangan hanya asal mendidih saja. Setelah opor ayam mendidih, anda biarkan api tetap menyala kurang lebih 10 menit agar opor ayam benar-benar matang dan tanak. Opor ayam yang tanak selain akan terasa empuk juga akan tahan lama.

3. Hangatkan sebelum disantap
Seperti makanan lain pada umumnya, opor ayam juga akan terasa nikmat jika disantap dalam keadaan hangat. Oleh sebab itu baiknya anda panaskan terlebih dulu sebelum disantap. Menghangatkan makanan juga akan mencegah makanan menjadi basi.

4. Jangan diaduk setelah dihangatkan
Ketika anda dan keluarga sudah selesai menyantap opor ayam, baiknya opor ayam anda hangatkan kembali, dan setelah itu jangan anda aduk-aduk lagi. Kontak dengan benda asing atau udara asing setelah dihangatkan justru akan membuat opor ayam menjadi cepat basi.

5. Jangan menutup panci setelah dihangatkan
Jika kebanyakan orang menutup panci setelah makanan matang atau hangat, namun hal ini jangan anda lakukan pada makanan bersantan seperti opor ayam. Makanan bersantan dalam keadaan panas atau hangat jika ditutup akan membuat udara didalamnya terjebak hingga akhirnya menyebabkan makanan menjadi basi. Baiknya anda tunggu dulu hingga dingin baru anda tutup.

6. Masukan kedalam kulkas
Jika anda dan keluarga kiranya tak ingin mengkonsumsi opor ayam dalam waktu yang cukup lama, baiknya anda simpan opor ayam di dalam kulkas, nanti anda tinggal menghangatkanya kembali ketika ingin menyantapnya.


Demikianlah informasi tentang Tips Agar Opor Ayam Tak Mudah Basi. Semoga informasi diatas bermanfaat. Terimakasih.

Kamu Harus Tahu, Inilah 12 Profesi Yang Tidak Libur Saat Lebaran. Kita Harus Berterimakasih

Idul Fitri memang jadi momen yang paling dinanti-nantikan. Lebaran bisa jadi ajang untuk berkumpul bersama sanak saudara dan keluarga besar. Saling bermaaf-maafan, makan-makanan khas lebaran, pokoknya banyak deh momen yang sayang banget buat ditinggalkan.

Namun, ternyata tak semua muslim bisa menikmati indahnya kebersamaan di Hari Raya Idul Fitri karena terbentur dengan pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan. Nah kali ini, Kamis (30/6) brilio.net bakal beberin 12 profesi yang biasanya nggak libur saat Lebaran, patut diacungi jempol deh buat dedikasi mereka!

1. Pegawai jasa kesehatan/rumah sakit.



Sakit memang nggak kenal waktu kan, sakit bisa datang kapan aja mereka mau, termasuk saat Lebaran. Nah meskipun Idul Fitri, rumah sakit tetap saja akan dipenuhi dengan orang yang rawat inap atau rawat jalan. Jadi petugas rumah sakit harus siap sedia 24 jam.

2. Petugas SPBU



Saat Lebaran, pasti banyak kendaraan yang keluar garasi untuk misalanya jalan-jalan atau berkunjung ke keluarga. Hal ini juga bakal memengaruhi kebutuhan BBM juga yang tentu aja berdampak pada pekerjaan petugas SPBU sehingga mereka juga nggak libur saat Lebaran.

3. Polisi.



Kejahatan bisa terjadi kapan saja, karena itu polisi harus selalu siap. Termasuk momen Lebaran. Apalagi Polisi Lalu Lintas (Polantas) tentu tidak bisa menikmati libur Lebaran. Arus mudik dan balik tentunya membutuhkan adanya Polantas untuk mengatur arus lalu lintas. Mereka tanpa lelah mengatur lalu lintas yang macet dan menjaga tempat-tempat yang ramai.

4. Pegawai mal, pertokoan, dan restoran.



Libur lebaran biasanya akan digunakan oleh banyak orang untuk berjalan-jalan bersama keluarga, salah satunya jalan-jalan ke mal. Jadi mereka yang bekerja di mal juga harus tetap stay untuk melayani pembeli. Wah beruntung lho bagi kalian yang bisa berjalan-jalan guys!

5. Satpam.



Kantor dan perumahan yang seringkali sepi ditinggal mudik, mangharuskan satpam tetap menjaganya dari hal-hal yang nggak diinginkan selama musim Lebaran.

6. Wartawan.



Meski libur Lebaran, berita tentu akan terus berjalan intensitasnya, apalagi ada yang namanya arus mudik. Oleh karena itu jarang juga ada wartawan yang bisa libur.

7. Penyiar.



Para penyiar baik di stasiun televisi maupun radio juga nggak pernah menikmati libur Lebaran, karena walaupun lebaran, the show must go on right?

8. Penjaga pintu tol.



Jalan tol adalah salah satu hal yang vital bagi para pemudik saat lebaran. Kenadaraan nggak ada habisnya buat melintas di jalan tol. Sehingga hal itu membuat penjaga loket tol harus bekerja ekstra.

9. Pegawai jasa transportasi.



Profesi ini juga harus tetap siap sedia melayani konsumen, apalagi mengingat lonjakan penumpang saat lebaran juga besar sekali.

10. Tentara.



Sebagaimana polisi, tentara juga banyak yang tidak bisa libur saat Lebaran. Mereka harus tetap berjaga karena ancaman keamanan bisa datang kapan saja.

11. Customer service.



Customer service juga nggak libur tiap kali lebaran. Mereka harus tetap ramah melayani dan menerima keluhan, dimana semua orang sedang menikmati liburan hari raya.

12. Pegawai perhotelan.



Ketika Lebaran, pelayanan perhotelan tetap aktif seperti biasa. Karenanya, karyawan perhotelan juga tidak semuanya libur saat Lebaran.

Wah ternyata lumayan banyak ya, profesi-profesi yang nggak libur ketika lebaran. Tentu orang-orang ini wajib kita apresiasi kebaikan dan dedikasinya pada masyarakat yang besar.

Monday, July 4, 2016

"Ini Luar Biasa Macetnya, Ini Mudik Paling Parah", Simak Penderitaan Para Pemudik Disini


Sinar matahari pagi di kawasan Tol Kanci-Pejagan hangat menerpa ribuan warga yang hatinya panas lantaran sudah lebih dari delapan jam berada di tol tersebut, Senin (4/7/2016). Sudah dari malam sebelumnya mereka tiba di jalan tol ini, tetapi belum berhasil keluar juga.

Pemudik yang kelelahan dan lapar terpaksa hanya duduk sambil sesekali berjalan di bahu jalan tol untuk melepas penat.

"Gara-gara macet parah ini saya tak bisa sahur. Padahal, kalau normal, jam 2 tadi pagi sudah sampai Tegal," gerutu Purwadi yang mengaku sudah lebih dari delapan jam berada di Tol Kanci-Pejagan, tetapi tak kunjung berhasil keluar pintu Tol Pejagan.

Purwadi yang berprofesi sebagai sopir itu lantas memuntahkan kemarahannya.

"Pemerintah enggak becus urus transportasi. Kemacetan di exitTol Pejagan ini semestinya sudah diantisipasi. Pemerintah daerah Jateng, pemerintah daerah Brebes, polisi, dan Kementerian Perhubungan ngapain saja kerjanya. Ini macet terparah sepanjang sejarah Lebaran," ujarnya dengan nada tinggi.

Maklum, Purwadi sudah masuk Tol Kanci-Pejagan sejak Minggu pukul 22.00 WIB. Namun, sampai Senin sekitar pukul 07.00, kendaraannya masih terjebak kemacetan parah di tol tersebut.

"Pintu keluar tol masih 15 km lagi dan bensin saya tinggal seperempat. Pasti akan habis di jalan sebelum exit tol," keluhnya.

Parto, warga yang hendak mudik ke Pemalang, juga kesal dengan kemacetan parah yang dialaminya ini.

"Ini luar biasa macetnya. Ini paling parah. Pemerintah ngapain saja kerjanya. Enggak becus urus arus mudik," ujarnya dengan nada kesal.

Berdasarkan pantauan di Tol Kanci-Pejagan sejak pukul 23.00 WIB hingga pagi ini, kondisi jalan tol masih macet parah.

Bahkan sejak pukul 06.00 hingga 07.15 WIB, kendaraan nyaris tak bergerak. Sebagian besar pemudik yang kelelahan pun melepas kesal dan penat dengan memilih keluar dari mobil.

"Capek banget. Dari tadi stuck seperti ini," keluh Putri, Siti, dan Iin yang hendak mudik ke Solo.

Depresi

Di ruas Tol Pejagan-Brebes Timur, antrean kendaraan yang didominasi mobil pribadi mengular sepanjang 20 km hingga ke pintu Tol Pejagan. Kemacetan panjang di jalur pantura Jateng terus terjadi hingga Senin dini hari.

Karena kemacetan parah ini, bahkan dilaporkan ada seorang pemudik mengalami depresi dan stres.

Saat dijemput tim medis di tengah kemacetan di jalan pantura Kolonel Sugiono Tegal Kota, pengemudi itu terus berteriak-teriak.

Pihak keluarga kemudian meminta pertolongan ke posko mudik Lebaran terdekat.

Pria yang mengalami depresi itu masih dalam penanganan RS Mitra Siaga Tegal.

Ingin naik KA

Sementara itu, jalur pantura Cirebon-Brebes kemarin pagi hingga petang nyaris lumpuh. Ratusan ribu kendaraan terjebak macet tak bergerak di ruas jalur Kanci Cirebon, Jawa Barat, hingga memasuki Brebes Kota, Jawa Tengah.

Menurut Darmadi (55), pemudik asal Jakarta Pusat, dia sudah terjebak kemacetan saat dalam perjalanan mulai dari Cirebon hingga ke Brebes.

"Saya masuk Kanci Cirebon jam 22.00 malam, baru sampai Pejagan sekitar pukul 10.00 siang tadi. Jadi ya sekitar 12 jam," kata Darmadi.

Saat memasuki wilayah pantura Brebes, lanjut dia, kemacetan juga terjadi hingga ke pantura Brebes-Tegal. Bahkan laju kendaraan tidak sampai 10 km per jam.

"Pokoknya tadi malam itu kemacetan terjadi selepas pintu keluar Tol Kanci-Cirebon. Ya kemungkinan kemacetan diperkirakan mencapai 60 km lebih sepanjang jalur pantura Kanci-Cirebon hingga memasuki Brebes Kota," ucapnya.

Para pemudik pun mulai gusar dan marah dengan kondisi kemacetan di sepanjang jalur pantura Cirebon-Brebes-Tegal.

"Saya lelah, Mas, capek macet kayak begini. Bosan duduk di dalam mobil, plonga-plongo ke sana kemari. Maunya saya tinggal saja mobil ini dan pulang ke Solo naik KA saja," ungkapnya.