Sunday, July 3, 2016

Kapok!!, Ditolak Saat Daftar SMA, Siswa Yang Dicubit Guru Ini Malah Kena Bully Netizen


Siswa yang melaporkan gurunya masih saja menjadi bulan - bulanan bullyan netizen. Berawal dari kasus mencubit siswa, karena tidak mengikuti salat berjamaah, seorang guru SMP swasta di Sidoarjo dilaporkan ke polisi dan diseret ke Pengadilan Negeri Sidoarjo atas dugaan penganiayaan.

Ternyata, siswa yang dicubit tersebut adalah anak anggota TNI AD. Orangtua siswa tersebut tidak terima anaknya dicubit guru, lantas melapor ke polisi atas dugaan penganiayaan.

Sontak saja hal ini menjadi bahan gunjingan netizen dalam beberapa hari belakangan. Ditambah lagi muncul foto siswa tersebut yang sedang merokok, tentu saja hal ini memicu netizen berkomentar pedas pada siswa tersebut dan orang tuanya. Netizen juga memberi julukan siswa ini sebagai Duta Cubit Nasional..

Bahkan kabar terbaru, siswa ini dikabarkan ditolak disemua sekolah tempat dia mendaftar. Lantaran para Guru ketakutan menghadapi anak model seperti siswa ini. Salah satunya adalah beredar kabar salah satu SMA di daerah Sidoarjo menolak mentah - mentah siswa ini. Membaca kabar ini, netizen bukannya kasihan malah membully habis - habisan.








Berikut salah satu kutipan Netizen yang ramai beredar di jagat sosmed hari ini:

Kabar terkini. Tadi saya dapat informasi dari temen...bahwasanya si SS tadi mau daftar sekolah ke SMA Kartika. Daerah Kodam BrawijYa pake baju Raden Rahmat... langsung anak tsb tidak diterima oleh sekolah...dikarenakan dia telah melaporkan gurunya pak Samhudi ke penjara.
Hanya satu kata Q, Kapokmu kapan. Hahaha....
Lucunya waktu daftar ke sekolah itu, si SS diantar oleh bapaknya yang nota bene TNI AD. Lha kebetulan pemilik sekolah Kartika adalah yayasan TNI AD. MAKODAM BRAWIJAYA SBY.

Pada saat itu juga Bapaknya dipanggil oleh satu satu pengurus Yayasan Kartika. Kebetulan beliau adalah salah satu pejabat tinggi di Korps TNI AD. Langsung Bapaknya dimarahi dan diancam akan diberikan sanksi berat dari kesatuannya. Karena dia telah menjelekan korps TNI tidak hanya wilayah bahkan nasional atas dasar tuduhan penganiayaan yang dilakukan oleh seorang guru


Pak Samhudi...beliau berkata...guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Semua atribut yg kita pakai itu tdk ad apa2nya...Krn kita juga pernah sekolah...gak mungkin kita bisa gini kalau tdk ada jasa dari guru. Kembalikan martabat guru.



Guru memang tugasnya adalah mengajar bukan menghajar. Namun dalam hal kasus pak Samhudi ini, beliau juga dalam posisi sebagai Guru Agama dan menyuruh siswanya untuk sholat.

Sumber : http://www.beritateratas.com/2016/07/ditolak-saat-daftar-sma-siswa-yang.html

Artikel Terkait

Kapok!!, Ditolak Saat Daftar SMA, Siswa Yang Dicubit Guru Ini Malah Kena Bully Netizen
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email