Showing posts with label jalur mudik. Show all posts
Showing posts with label jalur mudik. Show all posts

Monday, August 22, 2016

Aneh, 24 Jam Sebelum Berhubungan Seks, Pria Ini Harus Lapor Polisi

Seorang pria yang diperintahkan pengadilan melapor ke polisi minimal 24 jam sebelum berhubungan seks dengan pasangannya gagal dalam upaya hukum untuk mencabut pembatasan kegiatan pribadinya.

Kepolisian North Yorkshire, Inggris menyatakan, John O'Neil (45) masih merupakan bahaya bagi publik dan harus tetap menjadi bagian dari pengawasan bahaya serangan seksual (SRO) yang dikenakan kepadanya sejak 2015.

John O'Neil menjadi subyek SRO meski sebuah sidang ulang memastikan pria ini tidak terlibat dalam kasus perkosaan.

Meski dibebaskan dari dakwaan, hakim memutuskan, O'Neill adalah sosok individu "berbahaya" sehingga harus diawasi dengan ketat, itulah sebabnya SRO diberlakukan terhadap pria ini.

Namun, seorang hakim setempat Adrian Lower, Jumat (19/8/2016), mengatakan, klausul-klausul perintah pengawasan itu akan diamandemen dalam sebuah sidang dalam waktu dekat.

Baca juga : 

Parah, Di Hadiri Langsung Wabup, Acara HUT Jembrana Malah Hadirkan Tiga Penari Erotis Sampai Tersisa CD dan Bra !


Hakim Adrian menambahkan, syarat yang mengharuskan O'Neill melaporkan rencana hubungan seksual ke polisi sebenarnya merupakan sebuah kegiatan yang tak bisa "dipolisikan".

Pengadilan York mengatakan, O'Neill membuat serangkaian pengakuan kepada dokter dan perawat psikologi, termasuk keinginan mencekik seorang perempuan, memikirkan untuk membunuh dan membutuhkan perempuan untuk "ditakut-takuti".

Dr Miriam Hodgson mencatat, kehidupan seks O'Neill menjadi sangat kasar. Dia juga menceritakan rencana untuk memperkosa seorang perempuan dan meninggalkannya.

"Kemungkinan dia akan memperkosa seseorang sangat besar," demikian catatan dokter Miriam.

Dokter Miriam juga mencatat pasiennya itu juga mencoba bunuh diri dengan cara mogok makan, membuat dirinya dehidrasi, menyeberang jalan tanpa melihat-lihat dan berkelahi dengan sekelompok pria.

"Dia menganggap dirinya berbahaya dan harus dihentikan," lanjut catatan dokter.

Meski belum terbukti melakukan kejahatan, dakwaan perkosaan ini menurut O'Neill sudah menghancurkan hidupnya. Kini pria itu tinggal dalam sebuah tenda di dalam hutan.

Thursday, August 4, 2016

Heboh!!!, 3 Suami Tania Ampun-ampunan, Tak Kuat Layani Birahi Istri. Begini Ceritanya



Berita koran berbahasa Sunda menjadi perbincangan heboh di media sosial. Koran itu memuat curhat mantan tenaga kerja wanita (TKW) bernama Tania. Wanita pemilik payudara jumbo itu mengaku 3 kali ganti suami karena tak ada yang mampu memuaskan birahinya.

Berita koran berbahasa Sunda itu kemudian difoto dan diupload ke media sosial. Dalam waktu singkat, foto itu sudah menjadi viral. Sebagian pengguna media sosial tak percaya dengan berita itu, namun tak sedikit pula yang justru ingin berkenalan dengan Tania.


“Bukan karena ukuran itunya yang mengalahkan Julia Perez, tapi pernyataannya yang mengakui bahwa dia sudah ganti suami 3 kali, tapi gak ada yang kuat,” tulis pengguna Instagram di keterangan foto itu, seperti dikutif dari Madiunpos.com, Sabtu (19/3/2016).

Foto itu memperlihatkan Tania sedang mengenakan kaus warna kuning. Penelusuran Madiunpos.com, keterangan foto ini rupanya diambil dari sebuah artikel di surat kabar berbahasa Sunda yang belakangan beredar di kalangan blogger.


Tania, wanita yang disebut 3 kali ganti suami karena tak ada yang kuat melayani. FOTO via Madiunpos.com

Surat kabar itu menulis judul yang cukup blak-blakan tentang pengakuan Tania yang sudah berganti suami tiga kali lantaran tidak ada yang kuat. Dalam lead artikel itu, Tania mengaku merasa berdosa lantaran sudah menyakiti tiga hati lelaki yang dinikahinya.

“Mereka sangat tersiksa dan kewalahan saat memadu kasih,” katanya menggambarkan aktivitas hubungan intimnya dengan mantan suami.

“Semoga yang terakhir nanti, Tuhan mengirimkan laki-laki yang benar-benar perkasa setiap saat,” lanjut Tania.



Dalam surat kabar itu diterangkan bahwa Tania adalah mantan TKW Hong Kong. Tania atau yang biasa dipanggil Nia berusia 30 tahun dan kini tinggal di Bandung.

Dalam artikel itu ditegaskan bahwa penyebab perceraian Nia lantaran problem hubungan intim bukan hal lain.

Unggahan foto tentang Tania ini tentu saja membuat netizen riuh. Banyak yang membagikan ulang, tapi tak sedikit yang meragukan kebenaran cerita itu.

Sunday, July 31, 2016

Inilah Pesan Terakhir Freddy Budiman Yang Menggemparkan Sebelum Dieksekusi Mati



Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Batu, Abdul Haris mengungkap kata-kata terakhir Freddy Budiman, terpidana mati asal Indonesia yang sudah dieksekusi dini hari tadi di Pulau Nusamkambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Sebelum dieksekusi, Freddy Budiman dipertemukan dengan istri dan anak-anaknya untuk menyampaikan pesan terakhir. Kemudian kepada para petugas lapas ia juga sempat mengaturkan salam perpisahan.

"Ya kalau sama petugas dia minta maaf dan terima kasih atas segala bantuannya," kata Abdul saat dihubungi Okezone, Jumat (29/7/2016).

Abdul mengaku tak melihat secara langsung eksekusi terhadap empat terpidana mati tersebut. Sementara bagi 10 terpidana mati yang belum dieksekusi, menurut dia, kondisinya dalam keadaan baik-baik saja.

"Saat eksekusi saya ada di kantor, menunggu yang belum dieksekusi, mereka dalam kondisi yang baik-baik saja, " ungkapnya.

Selain Freddy, tiga terpidana mati yang telah dieksekusi adalah Humprey Ejike dan Mikael Titus Igweh, keduanya warga Nigeria. Kemudian Gajetan Acena Seck Osmane, warga Afrika Selatan.

Saat ini ketiga jenazah terpidana mati sudah dikeluarkan dari Nusakambangan menuju tempat persemayaman masing-masing.

Monday, July 4, 2016

"Ini Luar Biasa Macetnya, Ini Mudik Paling Parah", Simak Penderitaan Para Pemudik Disini


Sinar matahari pagi di kawasan Tol Kanci-Pejagan hangat menerpa ribuan warga yang hatinya panas lantaran sudah lebih dari delapan jam berada di tol tersebut, Senin (4/7/2016). Sudah dari malam sebelumnya mereka tiba di jalan tol ini, tetapi belum berhasil keluar juga.

Pemudik yang kelelahan dan lapar terpaksa hanya duduk sambil sesekali berjalan di bahu jalan tol untuk melepas penat.

"Gara-gara macet parah ini saya tak bisa sahur. Padahal, kalau normal, jam 2 tadi pagi sudah sampai Tegal," gerutu Purwadi yang mengaku sudah lebih dari delapan jam berada di Tol Kanci-Pejagan, tetapi tak kunjung berhasil keluar pintu Tol Pejagan.

Purwadi yang berprofesi sebagai sopir itu lantas memuntahkan kemarahannya.

"Pemerintah enggak becus urus transportasi. Kemacetan di exitTol Pejagan ini semestinya sudah diantisipasi. Pemerintah daerah Jateng, pemerintah daerah Brebes, polisi, dan Kementerian Perhubungan ngapain saja kerjanya. Ini macet terparah sepanjang sejarah Lebaran," ujarnya dengan nada tinggi.

Maklum, Purwadi sudah masuk Tol Kanci-Pejagan sejak Minggu pukul 22.00 WIB. Namun, sampai Senin sekitar pukul 07.00, kendaraannya masih terjebak kemacetan parah di tol tersebut.

"Pintu keluar tol masih 15 km lagi dan bensin saya tinggal seperempat. Pasti akan habis di jalan sebelum exit tol," keluhnya.

Parto, warga yang hendak mudik ke Pemalang, juga kesal dengan kemacetan parah yang dialaminya ini.

"Ini luar biasa macetnya. Ini paling parah. Pemerintah ngapain saja kerjanya. Enggak becus urus arus mudik," ujarnya dengan nada kesal.

Berdasarkan pantauan di Tol Kanci-Pejagan sejak pukul 23.00 WIB hingga pagi ini, kondisi jalan tol masih macet parah.

Bahkan sejak pukul 06.00 hingga 07.15 WIB, kendaraan nyaris tak bergerak. Sebagian besar pemudik yang kelelahan pun melepas kesal dan penat dengan memilih keluar dari mobil.

"Capek banget. Dari tadi stuck seperti ini," keluh Putri, Siti, dan Iin yang hendak mudik ke Solo.

Depresi

Di ruas Tol Pejagan-Brebes Timur, antrean kendaraan yang didominasi mobil pribadi mengular sepanjang 20 km hingga ke pintu Tol Pejagan. Kemacetan panjang di jalur pantura Jateng terus terjadi hingga Senin dini hari.

Karena kemacetan parah ini, bahkan dilaporkan ada seorang pemudik mengalami depresi dan stres.

Saat dijemput tim medis di tengah kemacetan di jalan pantura Kolonel Sugiono Tegal Kota, pengemudi itu terus berteriak-teriak.

Pihak keluarga kemudian meminta pertolongan ke posko mudik Lebaran terdekat.

Pria yang mengalami depresi itu masih dalam penanganan RS Mitra Siaga Tegal.

Ingin naik KA

Sementara itu, jalur pantura Cirebon-Brebes kemarin pagi hingga petang nyaris lumpuh. Ratusan ribu kendaraan terjebak macet tak bergerak di ruas jalur Kanci Cirebon, Jawa Barat, hingga memasuki Brebes Kota, Jawa Tengah.

Menurut Darmadi (55), pemudik asal Jakarta Pusat, dia sudah terjebak kemacetan saat dalam perjalanan mulai dari Cirebon hingga ke Brebes.

"Saya masuk Kanci Cirebon jam 22.00 malam, baru sampai Pejagan sekitar pukul 10.00 siang tadi. Jadi ya sekitar 12 jam," kata Darmadi.

Saat memasuki wilayah pantura Brebes, lanjut dia, kemacetan juga terjadi hingga ke pantura Brebes-Tegal. Bahkan laju kendaraan tidak sampai 10 km per jam.

"Pokoknya tadi malam itu kemacetan terjadi selepas pintu keluar Tol Kanci-Cirebon. Ya kemungkinan kemacetan diperkirakan mencapai 60 km lebih sepanjang jalur pantura Kanci-Cirebon hingga memasuki Brebes Kota," ucapnya.

Para pemudik pun mulai gusar dan marah dengan kondisi kemacetan di sepanjang jalur pantura Cirebon-Brebes-Tegal.

"Saya lelah, Mas, capek macet kayak begini. Bosan duduk di dalam mobil, plonga-plongo ke sana kemari. Maunya saya tinggal saja mobil ini dan pulang ke Solo naik KA saja," ungkapnya.